Lebih 70 Jemaah Haji Sakit Akan Safari Wukuf

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi

ragamlampung.com — Lebih 100 jemaah haji Indonesia saat ini masih dirawat di Arab Saudi. Mereka tersebar dalam beberapa rumah sakit, seperti di Rumah Sakit Arab Saudi di Makkah dan Madinah. Ada juga jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Jika saat pelaksanaan wukuf 11 September nanti mereka belum sembuh, mereka akan di-safari wukufkan.

“Lebih (70 jemaah). Sampai dengan hari ini, data yang kita terima jam 12 siang waktu Arab Saudi masih ada 58 yang masih dirawat di RS Arab Saudi, 51 di Makkah dan 7 di Madinah. Saya harus monitor kondisinya sampai H-1. Yang di KKHI saja 99 pasien,” kata Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono di Daker Makkah, Kamis (8/9/2016).

Safari wukuf adalah memperjalankan jemaah haji yang sakit menuju padang Arafah untuk menunaikan ibadah wukuf menggunaan bus yang dimodifikasi sedemikian rupa, disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah haji. Saat ini, PPIH Arab Saudi menyediakan 10 bus untuk safari wukuf jemaah haji.

“Sampai sekarang komposisi mobil untuk safari wukuf masih sama. 6 Untuk jemaah yang duduk dan 4 untuk jemaah yang berbaring. Sampai saat ini kami belum lihat bis itu posisinya di mana. Baru H-1 (besok),” kata Anung.

Terkait mobil safari wukuf ini, kemarin Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menekankan agar disiapkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini terkait pelayanan terhadap jemaah haji yang sakit. Oleh karenanya, Anung juga ingin memastikan bis tersebut bisa segera datang dan dimodifikasi sedemikian rupa.

“Kan ada bis yang bisa diisi 50,30 dan 20 orang. Mestinya itu sesuai dengan kondisi jemaah yang perlu perawatan,” ujarnya.

“Inilah yang menjadi tantangan kami. Mudah-mudahan besok sejak awal pagi kita bisa lihat bus itu. Apa yang masih bisa kita lakukan dengan cara itu. Kalau yang jemaah berbaring masih bia disisipkan kursi. Sampai batas mana kita gunakan ambulans, karena tidak semua ambulans ada sticker (untuk masuk Arafah),” imbuhnya dilansir merdeka.com.

Ditanya soal berapa ambulans yang disiapkan untuk antisipasi jemaah haji yang sakit atau meninggal dunia saat wukuf, Anung menyebut 6 ambulans telah disediakan dari KKHI. Ada juga ambulans sumbangan dari muassasah, dengan rincian 20 ambulans serta 7 mobil jenazah.

“Yang ada stickernya cuma 6 ambulans milik kita,” katanya. (ar)

Share :