Tahun 2016, Ribuan Pasangan di Kota Ini Bercerai

ilustrasi
Share :

ilustrasi

ilustrasi

ragamlampung.com -– Jumlah pasangan di Kota Malang yang bercerai tiap tahunnya meningkat. Data dari Pengadilan Agama (PA) Kota Malang, pada Januari–Agustus tahun ini, sudah terdapat 2.256 pasangan bercerai.

Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu hanya ada 2.258 pasangan bercerai. Dengan demikian, hanya butuh tambahan dua pasangan yang bercerai lagi untuk menyamai tahun lalu.

Sangat mungkin angka itu terlampaui. Sebab, hampir setiap hari, ada orang yang mengajukan gugatan cerai. ”Coba Anda data, tiap hari di sini pasti ada kasus cerai,” kata Panitera Muda Hukum PA Kota Malang Kasdullah, Selasa (18/10/2016).

Dari kasus itu, ternyata yang paling banyak adalah gugatan cerai dari pihak perempuan yang berjumlah 1.695 kasus. Sisanya, 561 kasus perceraian dari pihak laki-laki.

Berdasarkan data itu ternyata gugatan cerai yang paling banyak terjadi pada Januari. Totalnya, ada 176 kasus untuk gugatan dan 80 untuk talak.

Kasdullah mengatakan, gugatan cerai adalah gugatan yang dilayangkan perempuan, sedangkan talak adalah yang dilayangkan pria. Sementara itu, paling sedikit gugatan maupun talak terjadi pada Juni. ”Juni talak hanya 35 dan gugatan 90. Saya juga tidak mengerti kenapa,” katanya.

Lalu, apa penyebabnya? Dari data itu, pertengkaran dan perselisihan menjadi penyebab utama, yaitu 574 kasus. ”Penyebab pastinya menjadi privasi kedua pihak,” ujar dia.

Kasdullah menambahkan, yang lain adalah faktor ekonomi yang mencapai 334 kasus. Kemudian, faktor salah satu pihak meninggalkan pihak lain. ”Main tinggal saja,” ujarnya.

Bukan hanya itu, kasus perselingkuhan atau perzinaan menjadi yang nomor empat. Perselingkuhan memang sering tidak bisa dimaafkan pihak yang dikecewakan.

Kasus seperti itu memang sulit dibendung untuk tidak terjadi perceraian. Yang terakhir dan menjadi yang paling sedikit adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari kasus di atas, KDRT hanya berjumlah 155 kasus. Artinya, KDRT di Kota Malang tergolong rendah. Kasus tersebut hanya berkisar 6,8 persen dari seluruh kasus perceraian pada Januari–Agustus 2016. (okterus/ar)

Share :