Amerika pun Prihatin Narkoba Makin Meluas di Indonesia

pegiat antinarkoba dari amerika serikat saat berdiskusi dengan pegiat dari lampung.
Share :

ragamlampung.com — Sebuah yayasan sosial pencegahan dan pemberantasan narkoba dari Los Angeles, Amerika Serikat, prihatin dengan peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia yang makin meluas.

Yayasan itu tidak hanya prihatin tapi juga bertindak langsung mencegahnya dengan cara
mengirimkan relawan, menjalin kerja sama dengan pihak terkait, dan mendorong diskusi bahaya narkoba di Indonesia.

Menurut Abadi Mansyur, pegiat pemberantasan narkoba di Lampung, Jumat (13/1/2017), yayasan itu pernah menjadikan aktor Tom Cruise dan John Travolta, serta artis-artis Hollywood lainnya sebagai duta pencegahan narkoba.

“Mereka memiliki konsep unik, selain fokus pendidikan langsung juga tidak langsung dalam bentuk pembagian booklet, CD materi, dan film gratis, serta peluncuran website berbahasa Indonesia yang beralamat di www.id.drugfreeworld.com,” katanya, dalam keterangan tertulis kepada ragamlampung.com.

Kehadiran organisasi semacam ini di Indonesia dapat menjadi tambahan kekuatan baru mencegah penyalahgunaan narkoba, dan membantu orang-orang yang sudah terkena narkoba.

Yusuf mengatakan, dalam agenda terbarunya yayasan itu ke Lampung mengisi sebuah acara pramuka pada 23 Desember 2016, mereka mengirimkan relawannya yang juga merangkap sebagai kordinator wilayah Asia Tenggara asal Australia yang bernama Gary Brownell.

Brownell sebagai relawan dan kordinator di yayasan itu, sejak tahun 2007 bolak-balik ke Indonesia ini untuk membantu Pramuka dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selama di Lampung, Brownell mengadakan dialog dengan berbagai pihak terkait. “Ia menginpirasi kami untuk tidak apatis terhadap kondisi peredaran dan penggunaan narkoba selama ini. Ia juga memberikan wejangan tetap mencari informasi yang sebenar-benarnya dan menyebarkan kepada teman-teman sebaya agar makin banyak orang terselamatkan dan tidak memakai narkoba,” tutur Yusuf.

Ia menambahkan, Brownell akan kembali lagi ke Lampung dalam sebuah seminar lain yang berbeda yang ditujukan kepada aktivis, untuk membantu peningkatan kemampuan dalam bidang ilmu jiwa dan bahasa.

“Ini sebuah kebaikan yang sangat berarti bagi kami. Juga sebuah persahabatan tanpa memandang latar belakang apapun. Hanya bertujuan memperbaiki sesuatu yang selama ini sudah sangat salah,” katanya. (ar)

Share :