Norwegia Bakal Larang Jilbab di Sekolah dan Unviversitas

ilustrasi
Share :

ragamlampung.com — Pemerintah Norwegia hari ini, Rabu (14/6/2017), mengusulkan pelarangan pemakaian cadar penuh di sekolah dan lembaga pendidikan, karena bakal merusak komunikasi antara guru dan murid. Larangan tersebut menargetkan pemakaian niqab, burka,dan masker, dan berlaku mulai sekolah dasar, menengah hingga universitas.

Ini akan menjadi undang-undang pertama di negara Skandinavia, dan secara khusus akan memengaruhi wanita Muslim yang mengenakan niqab atau burqa. Sebagian besar pihak mendukung rencana itu, dan diperkirakan masuk undang-undang tahun depan.

Pihak berwenang setempat sudah bisa melarang jilbab penuh di sekolah, namun tidak ada kebijakan nasional.

“Pakaian ini mencegah komunikasi yang baik, yang penting bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” kata Menteri Pendidikan dan Penelitian Torbjorn Roe.

Menteri Imigrasi dan Integrasi Per Sandberg menambahkan, dapat berkomunikasi dengan baik adalah ‘nilai fundamental’.

Namun, rencana itu mendapat kritikan dari pengamat, karena pemakaian cadar atau burqa di Norwegia sangat sedikit. “Sangat sedikit sekali yang menggunakan niqab, ini adalah masalah marjinal dalam konteks integrasi. “Karena itu, saya yakin rencana ini tidak perlu,” kata Linda Moor, dari pemikir Minotenk. (ar)

Share :