Warga Gunungkidul Krisis Air

Share :

ragamlampung.com — Krisis air akibat musim kering terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekitar 46 ribu jiwa di delapan kecamatan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya harus membeli air.

Di antaranya terpaksa menjual hewan ternaknya. Bantuan dari pemerintah daerah setempat tidak mencukupi yakni tiap keluarga hanya mendapat dua jerikan. Untuk mencari tambahannya, warga membeli lagi dari swasta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat kecamatan yang mengalami kekeringan adalah Panggang, Tanjungsari, Purwosari, Tepus, Paliyan, Rongkop, Girisubo dan Nglipar.

“Saya terpaksa menjual cempe (anakan kambing) untuk membeli air,” kata Slamet, warga Dusun Padangan, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kamis (20/7/2017).

Air bersih dari truk tangki milik swasta biasa beroperasi di musim kemarau. Satu mobil tangki isi air 5 ribu liter dihargai Rp 180 ribu.

Slamet mengatakan, bantuan dari pemerintah sudah dilakukan, tapi jatah tiap warga sedikit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengakui pihaknya kesulitan memenuhi kebutuhan air itu. Sampai kini ada 39 desa di 8 kecamatan yang membutuhkan bantuan air. Pihaknya hanya bisa menyiapkan 7 tangki dengan penyaluran sampai 28 kali dalam seharinya. (ar)

 

Share :