Pengajian Akbar Peringati Harlah Fatayat NU KE-68

0
28

Di Kampung Argo Mulyo Kecamatan Banjit

ragamlampung.com – Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony mengajak Fatayat NU membangun diri sebagai kelompok perempuan sejak didirikan pada tahun 1950.

Saat itu NU sudah menyadari akan pentingnya kaum perempuan diberdayakan dan wadahnya itu diantaranya Fatayat dan Muslimat. Artinya NU sesungguhnya sudah maju karena sangat membutuhkan kaum perempuan bagi dakwah Islamiyah.

“Mudah-mudahan organisasidibawahnaungan NU ini dapat senantiasa kaum perempuan tercerdaskan dan mengambil peran yang penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Diantara sekian indikator sukses pembangunan adalah tergantung peran kaum perempuan. Misalnya capaian turunnya angka gizi buruk, target untuk bisa menurunkan angka ibu melahirkan meninggal, dan sadar pendidikan agar anak-anak bersekolah karena pendidikan adalah menjadi prioritas keluarga.

Garapan Fatayat berbeda dengan garapan Muslimat, karena organisasi Fatayat mengelola ibu-ibu muda, dimana memiliki prioritas-prioritas program tersendiri, walaupun kegiatan dapat bersama-sama tetapi penekanan-penekanan berbeda. Oleh karena itu sudah sewajarnya organisasi wanita dipisahkan antara wanita usia muda dengan wanita usia dewasa.

Selain program–program pembangunan sesuai dengan visi dan misi, Pemerintah Kabupaten Way Kanan senantiasa memperhatikan terhadap pembangunan pada sektor keagamaan sebagai upaya pembentukan akhlakul karimah atau akhlak mulia. Saya sangat yakin bahwa sebuah kemajuan jika tidak diimbangi oleh upaya pembentukankarakter manusia yang dilandasi oleh nilai moral dan keagamaan, maka semua kemajuan tersebut tidak akan pernah mampu mencapai derajat kemajuan yang hakiki.

Oleh karena itulah untuk menjamin kelanggengan kemajuan tersebut maka kita harus mampu memberikan keseimbangan terhadap kemajuan itu sendiri. Instrumen yang paling ampuh untuk melanggengkan kemajuan itu adalah pembaharuan nilai keimanan yang kita miliki. (rls/anwar)

LEAVE A REPLY

Silahkan Isi Jawaban Yang Benar * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.