Pertumbuhan Ekonomi Metro Ditarget 5,9 hingga 6,2 Persen

Share :

ragamlampunh.com,Metro – Pemerintah Kota Metro melaksanakan acara Musrembang RKPD Tahun 2020 Kota Metro yang berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah Kota Metro, Selasa (19/03/19).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Lampung, Walikota Metro,Wakil Walikota Metro, Anggota DPRD Provinsi Lampung mewakili Dapil kota Metro, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Metro, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Sekertaris Daerah Kota Metro, dan Para Asisten, Kepala Badan, Dinas Instansi se-Kota Metro, Camat se-Kota Metro dan Para Undangan.

Asisten II Setda Provinsi Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama periode Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung sudah banyak yang berhasil kita raih dibeberapa indikator pembangunan yang di tingkatkan dimana Provinsi Lampung mendapat peringkat ke-12 tingkat nasional dalam indeks daya saing, peningkatan IPM pada tahun 2017 sebesar 68,25, pengangguran terbuka sebesar 4,06 % lebih rendah dibandingkan angka nasional, pertumbuhan ekonomi diatas nasional sebesar 5,34 % dan laju inflasi sebesar 2,73 pada tahun 2017.

“Kami berpesan agar dalam penyusunan RKPD tahun 2020 dapat memformulasikan program yang tepat dan memberikan daya ungkit yang kuat, sehingga kota metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga mampu menjadi penopang laju pembangunan Provinsi Lampung dimana kita mempunyai tanggung jawabuntuk mendukung suksesnya pencapaian prioritas nasional pada tahun 2020,” paparnya.

Selain itu, Provinsi Lampung telah mematok target yang cukup tinggi bagi kota metro untuk tahun 2020 dalam pertumbuhan ekonomi Kota Metro diharapkan mampu mencapai 5,9-6,2 %, untuk angka kemiskinan menjadi 7,51% dan angka IPM tetap yang tertinggi di lampung dan ditargetkan sebesar 78,61.

“Kita saat ini masih menghadapi berbagai masalah stunting dan pekerja sektor informal, angka stunting pada tahun 2018 27,3% tentu memerlukan perhatian khusus, sedangkan kondisi pekerja informal masih meliputi 70% lebih dari seluruh tenaga kerja” ujarnya.

Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang berada di Kota Metro sebagai wahana mempersiapkan diri memasuki pasar kerja, sementara itu data program kerja provinsi yang ada di kota metro ada 8 (delapan) meliputi pemeliharaan Gedung Terminal Tipe B Mulyojati, pengadaan dan pemasangan marka jalan di jalan Provinsi Lampung, pemeliharaan berkala ruas jalan Budi Utomo (Metro), pembangunan jembatan STKIP PGRI Kota Metro (Tahap II), Pembangunan jalan strategis Objek Wisata Dam Raman, pembangunan Box Culvert strategis Metro-Lampung Timur, Pengadaan Bantuan ternak kambing perah dan pembinaan perpustakaan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Selanjutnya, Walikota Metro mengatakan bahwa Walikota, Wakil Walikota dan Sekertaris Daerah bersama seluruh kepala dinas dan jajaran aparatur perangkat daerah turun langsung ke 22 Kelurahan untuk mendengar dan menangkap langsung aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan tahun 2020.

“Kehadiran rombongan dari Provinsi Lampung dapat kita manfaat untuk menyamopaikan kebutuhan kita yang dapat di akomodir provinsi lampung, terutama pembangunan drainase Jalan AH. Nasution dan Jalan Jendral Sudirman, pelebaran dan perkerasan jalan Sudirman yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi, serta normalisasi sungai Batanghari dan Way Sekampung,” tuturnya.

Sementara itu, pada tahun 2019 kita akan membangun Wisata Raman Asri yang berlokasi di Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara, dimana ada banyak potensi yang sudah ada dimasyarakat yang akan kami sempurnakan sehingga benar-benar menjadi destinasi Wisata bagi masyarakat Kota Metro dan masyarakat Lampung pada umumnya dan pembangunan Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai yang akan rampung pada tahun 2019 ,” kata Pairin.

Dia berharap perhatian pemerintah Provinsi Lampung terhadap kota metro akan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tentunya pembangunan ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya kerjasama yang baik dari lingkungan pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan penandatangan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Provinsi Lampung.(*)

Share :