Pemkot Metro Peringati Hari TBC se-Dunia dan Peresmian Oemah TBC

Share :

ragamlampung.com,Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memperingati Hari TBC se-Dunia dan Peresmian Oemah TBC, yang berlangsung di Jl. Suplir, Kleurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat.

Acara ini dihadiri Walikota Metro, perwakilan Dinas Kesehatan, Sekcam Metro Barat, kepala dan para Dokter Puskesmas Ganjar Agung, Kamis (11/04/2019).

Laporan Ketua Pelaksana Wisnu Wardana mengatakan, acara ini bisa terselenggara karena adanya kerjasama antara masyarakat Kelurahan Ganjar Asri dan Kelurahan Ganjar Agung. Serta kerjasama antar lintas sektor, baik pemerintah setempat dan Puskesmas Ganjar Agung.

Omah atau Komunitas Empati Masyarakat Rumah TBC, merupakan bagian dari program inovasi masyarakat yang didukung oleh Puskesmas Ganjar Agung, sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kecintaan masyarakat terhadap bangsa Indonesia, khususnya wilayah  Ganjar Asri dan Ganjar Agung.

“Perlu kita beritahukan bahwa Omah TBC ini dibangun atas swadaya masyarakat sendiri, yang bekerjasama dengan Puskesmas Ganjar Agung dan kami dedikasikan untuk Nakes Puskesmas Ganjar Agung, yang sudah bersedia mengabdikan dirinya baik pagi siang, malam, bahkan subuh,” ujarnya.

Ditambahkanya, Omah TBC ini merupakan kegiatan utamanya berupa sebagai tempat kumpulan, rapat komunitas TBC berupa penyuluhan, pengobatan, penjaringan penderita TBC.

Sedangkan dalam sambutan Walikota Metro Achmad Pairin menyatakan, apresiasinya terhadap terselenggaranya acara ini. Ia juga mengatakan, penyakit TBC sama halnya seperti venomena gunung es.

“Untuk itu kita ketahui bersama bahwa, saat ini Indonesia menempati urutan tertinggi negara dengan kasus TBC di dunia, dengan jumlah kasus 842 ribu, di bawah India dengan jumlah 2,74 juta kasus dan Cina di posisi kedua sebanyak 889 ribu,” ungkap Pairin.

Lebih lanjut, Pairin mengatakan bahwa, tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberculosis complex.

“Pasien dapat dikatakan suspek tuberkulosis jika terdapat gejala yang meliputi batuk produktif lebih dari 2 minggu dan disertai dengan gejala pernafasan sesak, nyeri dada, hemoptisis dan  gejala tambahan meliputi tidak nafsu makan, menurunnya berat badan, keringat malam dan mudah lelah,” terangnya.

“Oleh karena itu TB perlu dikenali, ditemukan dan diobati, sampai sembuh, serta dicegah keberadaannya agar jangan sampai menular kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya. Saya mengajak kita semua mari kita bersinargi, bersatu, mencegah penularan penyakit yang cukup mematikan ini. Karenanya komunitas peduli TBC Metro Barat sebagai mitra pemerintah dalam pengendalian penyakit TBC yang berbasis masyarakat,” tutup Pairin. (*)

Share :