Kepsek SMAN 1 Raman Utara Benarkan Dugaan Pemotongan Dana Bantuan PIP 22 Siswa

Share :

ragamlampung.com,LAMPUNG TIMUR -Tumin, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Raman Utara, Lampung Timur (Lamtim) membenarkan dugaan oknum guru di sekolah tersebut yang mengambil seluruh dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) milik 22 siswa.

Tapi Tumin berkilah kalau uang tersebut untuk membayar tunggakan anak yang belum melunasi baju seragam sekolah dan komite yang pembayaran melalui pihak sekolah.

“Kalau pun ada anak yang ternyata sudah lunas kita akan kembalikan uang bantuan tersebut,” ungkap Tumin, di ruang kerjanya, Kamis (12/12/2019).

Dia juga menyayangkan tindakan oknum guru NWS yang mengambil semua uang bantuan, dari siswa yang mendapatkan bantuan dengan cara yang kurang pas atau terkesan arogan karena dilakukan didepan kasir bank atau tempat umum.

“Kami menyayangkan sekali apa yang telah dilakukan oleh Ibu NWS kalau memang seperti itu kejadiannya,” jelasnya.

Tumin juga menjelaskan bahwa oknum guru NWS selain guru juga menjabat sebagai bendahara komite sekolah disini.

Jika memang yang dilakukan oknum guru NWS salah, selaku kepala sekolah Tumin siap menerima sanksi dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Lampung bahkan kalau nanti sampai sanksi hukum.

“Tapi kalau bisa saya mengharapkan diselesaikan secara kekeluargaan saja,” kata Tumin yang awalnya enggan memberi komentar terkait pemberitaan sebelumnya.

“Kalau masalah ini saya minta tolong untuk pemberitaan sampai di sini aja, kita selesaikan secara kekeluargaan, mudah- mudahan yang akan datang tidak ada lagi kejadian seperti ini,” harapnya.

Terpisah, ketua Komite sekolah mengatakan kalau bantuan itu pihaknya selaku pihak komite tidak tahu berapa jumlah siswa yang menerima bantuan PIP.

“Kalau bantuan PIP kami tidak tahu mas,” terang Sriraharjo ketua komite melalui sambungan telepon.

“Apalagi kalau uangnya untuk membayar komite, terkait masalah adanya uang komite inipun program dari pihak sekolah, kami dari komite hanya penyambungan terhadap wali murid,” tambah salah satu pendidik di MTS 2 lampung timur.

Menurutnya, tindakan oknum guru yang mengambil semua uang bantuan program Indonesia Pintar (PIP) itu salah mas dan tidak di benarkan.

“Nanti saya akan menayangkan kepada pihak sekolah apa yang terjadi, karena selama ini kami di butuhkan oleh pihak sekolah kalau ada rapat saja ,untuk mendukung apa program sekolah,” tutupnya. (imron)

Share :