Tips Hindari Lamaran Kerja Tidak Dibuang ke Tempat Sampah

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi

ragamlampung.com — Sering mengirim lamaran kerja namun tidak kunjung ada panggilan padahal lamaran tersebut cocok dengan kriteria yang diminta?

Mungkin resume atau CV yang dibuat menurut kamu sudah paling bagus, tapi belum tentu pemikiran orang yang melihat sama, bisa jadi surat lamaran kerja kamu hanya berakhir di tempat sampah.

Kesalahan kecil saja seperti ejaan dan tata bahasa bisa menyebabkan surat lamaran kerja tidak dilirik oleh perusahaan, padahal resume masih menjadi alasan utama kenapa perusahaan melakukan panggilan kerja.

Dilansir dari laman monster.com, berikut kesalahan yang sering dilakukan saat membuat surat lamaran kerja:

1. Format yang Kurang Bagus

Ini harus jadi perhatian. Saat membuat lamaran, rapikan tulisan seperti batas kiri dan kanan, sejajarkan hurufnya dan gunakan format yang ada di pengaturan tulisan agar tampak rapi.

Tapi hati-hati jangan terlalu kreatif juga dengan membuat banyak variasi tulisan, karena beberapa perusahaan justru lebih suka dengan model yang standar penggunaannya.

Misalnya, gunakan tidak lebih dari dari dua font yang umum digunakan dan mudah dibaca seperti jenis huruf calibri atau arial dengan gaya tulisan miring dan tebal yang disesuaikan.

2. Surat Lamaran Berlebihan

Penambahan latar belakang di tulisan seperti karakter kartun atau gambar anak kucing yang menggemaskan bisa menyebabkan resume kamu hanya dihancurkan atau terbuang di tempat sampah.

Sebaiknya jangan berlebihan dengan memasukkan gambar-gambar yang tidak penting, mungkin menurut kamu lucu, namun itu justru menunjukkan sikap yang kekanak-kanakan bukan seperti pekerja profesional.

3. Terlalu Template atau Mengikuti Contoh

Contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar saat ini bisa di -download di banyak situs. Terkadang saking banyaknya lamaran yang dibuat kita lupa untuk mengganti tulisan sehingga masih sama dengan yang dikopi dari contoh surat lamaran. Ini justru bisa mengganggu dan mengesankan bahwa kamu kurang kreatif dan berpikir dalam membuat surat lamaran.

Ini tidak dilarang tapi pastikan saat mengkopi contoh surat lamaran, kamu sudah mengedit dan mengubah kata-kata sesuai dengan yang diminta di lowongan kerja.

Demi mencegah resume kamu berakhir di tempat sampah, sesuaikan resume tersebut untuk setiap pekerjaan yang dilamar dengan menggunakan bahasa iklan lowongan dan utamakan tulis pengalaman kerja yang relevan.

Ahli Karir dan Penulis Buku “Lies, Damned Lies & Internships: The Truth About Getting from Classroom to Cubicle” Heather Huhman mengatakan, ketika resume tidak sesuai dengan posisi yang dilamar, itu menunjukkan kamu tidak benar-benar memahami apa yang dicari perusahaan dan hanya mengharapkan sesuai dengan beberapa kriteria yang dibutuhkan.

Karenanya untuk menghindari kesalahan, tuliskan keahlian, keterampilan dan pengalaman kamu yang memang sesuai dan cocok dengan kriteria yang dicari perusahaan.

4. Resume yang Bohong

Ahli Karir Abby Kohut menyatakan, ia tidak percaya dengan orang-orang yang di resume-nya tidak mencantumkan periode waktu dari pengalaman kerja. Mungkin ini bukanlah masalah, tapi bisa saja itu seperti mencoba untuk menipu.

Jika kamu menganggur, jangan pernah coba menyembunyikannya. Karena nantinya bisa merugikan diri kamu sendiri. Mungkin kamu adalah kandidat terkuat tapi tetap saja kamu mencoba membohongi status saat melamar kerja.

Taktik yang lebih baik adalah tulis di surat lamaran dengan menceritakan kemajuan karir yang sudah dicapai hingga saat ini dan periode waktu pengalaman kerja kamu.

Jika cara-cara di atas sudah kamu terapkan, kemungkinannya kecil untuk surat lamaran kamu akan dibuang ke tempat sampah. (ar)

Share :