Mesuji Mencekam Lagi, Satu Warga Tewas Ditembak

lahan perkebunan sawit pt bsmi kabupaten mesui, lampung
Share :
lahan perkebunan sawit pt bsmi kabupaten mesui, lampung
lahan perkebunan sawit pt bsmi kabupaten mesui, lampung

ragamlampung.com — Warga Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, geger dengan kejadian penembakan di areal lahan perkebunan sawit PT. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI), Sabtu (8/10/2016).

Pantauan di tempat kejadian, Ahad (9/10/2016), akibat kejadian itu, situasi di tempat itu masih mencekam, ratusan warga desa itu mengungsi ke desa tetangga untuk menghindari seragan balasan dari desa korban.

Kejadian bermula pada Sabtu (8/10) pukul 16.30 WIB, di Blok P-Q 40 PT BSMI, dan korban bernama Yopi (30), Warga Desa Pagar Dewa, Sumatera Selatan, yang telah menetap di Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, Lampung.

Kapolsek Tanjung Raya AKP Kurmen mewakili Kapolres Mesuji AKBP P. Puji Sutan saat dikonfirmasi, Ahad (9/10/2016), membenarkan adanya korban penembakan di areal lahan perkebunan tersebut.

Kurmen menuturkan, awalnya korban yang mengklaim lahan Blok P-Q 40 PT BSMI hendak memuat buah sawitnya menggunakan perahu kelotok, tapi tidak ada yang mau memuatnya. Kemudian korban memberhentikan perahu milik tersangka, Sandra (40), warga Desa Kagungan Dalam, yang sedang memuat buah sawitnya sendiri.

Namun, tersangka tidak mau karena diperahunya sudah penuh muatan buah sawitnya. Akibatnya, terjadi cekcok dan kemudian tersangka menembak korban sebanyak tiga kali yang mengenai tubuh korban di bagian kepala, dada, dan tangan sehingga korban meninggal dunia di tempat kejadian. Sedangkan tersangka melarikan diri.

“Kita telah mengantongi identitas pelaku, saat ini masih dalam penyidikan dan akan dilakukan pengejaran kepada tersangka,” kata AKP Kurmen.

Untuk mencegah penyerangan susulan dari desa korban, ratusan polisi gabungan dari Polres Mesuji dan TNI (Koramil) Mesuji saat ini melakukan penjagaan ketat di tempat kejadian.

Pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB, sekitar 30 orang rombongan massa dari Pagar Dewa, Sungai Ceper, dan Gajah Mati, OKI, Sumsel, tiba di Desa Kagungan Dalam. Mereka menggunakan empat unit speed boad. Aksi anarkis tak sempat terjadi karena karena desa sudah dijaga 12 orang anggota TNI AD, yang dipimpin Wadanramil 01, Kapten Cpl Susmanto, 21 orang Brimob, dan 27 orang anggota Polres Mesuji yang dipimpin Wakapolres Kompol Sigit.

Massa kemudian dibawa ke balai desa untuk diberikan penjelasan oleh Wakapolres dan Wadanramil agar mereka tidak bertindak anarkis. “Persoalan ini sedang dalam proses hukum dan pelaku masih dalam pengejaran, serta satu orang rekan pelaku saat kejadian berada di lokasi, atas nama Alek (25) sudah diamankan di Polres Mesuji,” kata Wakapolres Kompol Sigit.

Setelah menerima penjelasan dari Wakpolres, massa bersedia membubarkan diri dengan satu syarakat. mereka akan kembali lagi dalam lima hari nanti jika pelaku belum tertangkap. Pukul 08.00 WIB, massa meninggalkan Desa Kagungan Dalam. (ar)

Share :