Curang, Tiga Negara Bagian Didesak Hitung Ulang Suara

Share :

hitung-ulang-suara-pemilihan-presiden-as
ragamlampung.com — Keunggulan suara Hillary Clinton atas Donald Trump di tingkat nasional kini melampaui 2 juta suara. Belum lagi, muncul laporan berbagai kecurangan di sejumlah distrik di beberapa negara bagian.

Dikutip The Guardian, Jumat (25/11/2016), atas dasar isu tersebut, muncul seruan dari para pendukung Hillary, agar dilakukan penghitungan ulang kartu suara di tiga negara bagian. Mereka mengatakan hal itu penting seiring munculnya informasi bahwa keunggulan suara Hillary atas Trump, yang didukung Partai Republik, pada tingkat nasional kini melampaui 2 juta dan adanya laporan kecurangan.

Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Hillary, John Podesta, berbicara dengan beberapa kuasa hukum pemilu dan ilmuwan komputer yang mendesaknya untuk meminta penghitungan ulang di Wisconsin, Pennsylvania, dan Michigan.

Sebab, mereka yakin bahwa sejumlah tempat pemungutan suarat (TPS) elektronik yang digunakan di tiga negara bagian itu kemungkinan telah diretas. Para akademisi mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan dukungan Hillary tujuh poin di distrik-distrik yang menggunakan mesin suara elektronik anjlok dengan distrik-distrik yang menggunakan pemindai optik dan atau surat suara.

Meskipun para akademisi ini tidak memberikan bukti peretasan, mereka menyerukan penghitungan ulang berdasarkan tipisnya kemenangan Trump di tiga negara bagian itu, yaitu kurang dari 2 persen.

Kekalahan Hillary Clinton sebagai Presiden Amerika Serikat memang menyakitkan. Hal ini tidak hanya untuk Clinton, namun juga pendukungnya.

Padahal ia telah memenangkan popular vote. Artinya, suara yang memilih Clinton jauh lebih banyak dibanding yang memilih Donald Trump. Namun, Trump menang karena sistem electoral college. (ar)

Share :