Terungkap, Penyebab Musnahnya Atlantis

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi

ragamlampung.com — Legenda Atlantis adalah salah satu mitos tertua umat manusia. Legenda ini pertama kali didengungkan oleh filsuf Yunani, Plato, pada sekitar 360 SM. Plato menggambarkan Atlantis adalah negeri yang makmur yang menghilang tanpa jejak setelah tenggelam ke laut.

Beberapa ratus tahun kemudian, banyak orang percaya bahwa Santorini, salah satu pulau di Kepulauan Cyclades di tengah Laut Aegea adalah Atlantis. Sayang, negeri indah dengan kebudayaan Minoa itu lenyap disapu oleh tsunami yang disebabkan letusan gunung berapi.

Dan sebuah studi baru menunjukkan tsunami itu kemungkinan disebabkan oleh aliran piroklastik (batuan klastik yang terbentuk dari material vulkanik) ke laut.

Teori ini dianggap menantang teori sebelumnya. Letusan di Santorini pada tahun 1.500 SM menyebabkan tsunami besar yang diduga sebagai faktor yang menyebabkan berakhirnya kebudayaan Minoa.

Bukti-bukti adanya gelombang tinggi setidaknya sembilan meter telah ditemukan di beberapa situs di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Studi sebelumnya menduga bahwa runtuhnya kawah gunung berapi (kaldera) ke laut menyebabkan tsunami. Namun, para peneliti dari National and Kapodistrian University of Athens mengajukan teori yang berbeda. Para peneliti menganalisis dasar laut di bawah kaldera, dan menemukan bukti yang menunjukkan kaldera tidak terhubung ke laut ketika itu runtuh.

Temuan terbaru menyebutkan bahwa kaldera dibanjiri oleh air laut setelah letusan terjadi. Tetapi banjir itu sendiri tidak mungkin menciptakan tsunami.

Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa piroklastik dalam volume yang besar dari gunung berapi mengalir dalam kecepatan tinggi ke laut, sehingga cukup kuat dalam menggerakkan air untuk menciptakan tsunami.

Dalam tulisan mereka, yang diterbitkan di Nature, para peneliti yang dipimpin oleh Paraskevi Nomikou, menulis temuan menarik

“Tsunami dalam skala regional yang dikaitkan dengan letusan gunung berapi tercipta oleh genangan aliran piroklastik, yang kemungkinan ditambah dengan longsornya massa endapan piroklastik dengan cepat dari lereng gunung ke arah laut”.

Bukti lain yang mendukung teori ini adalah endapan piroklastik di Santorini memiliki ketebalan hingga 60 meter. (ar)

Share :