Parade Bhinneka Tunggal Ika Respons Pemantik Api Kebencian

Share :

parade-bhinneka-tunggal-ika
ragamlampung.com — Ribuan orang memadati kawasan Patung Kuda, menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu, (19/11/2016).

Mereka mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika untuk merespons berbagai upaya pihak tertentu untuk “memantik api kebencian terhadap sesama saudara bangsa Indonesia hanya karena dilahirkan berbeda.”

Kekerasan atas nama agama dan terorisme–terakhir di Samarinda–menewaskan Intan Olivia, seorang bocah berusia 2,5 tahun, serta mengakibatkan tiga bocah lain luka parah.

Penyelenggara menolak tudingan yang mengaitkan parade ini dengan pembelaan pada Ahok dan mengatakan aksi ini murni ungkapan keprihatinan maraknya sikap radikal dan pemaksaan kehendak.

Acara-acara merawat keberagaman ini dikabarkan masih akan berlangsung hingga Minggu (20/11/2016) malam, dengan berbagai bentuk.

Dilansir dari bbcindonesia, Sabtu malam ini akan berlangsung malam doa dan renungan di berbagai kota. Di Jakarta berlangsung di Bundaran HI. Sementara Minggu pagi akan ditandai oleh acara merayakan kebhinnekaan di berbagai kota dalam berbagai bentuk. Antara lain dengan ToleRUN, acara lari gembira di Jakarta yang menyarankan para peserta mengenakan sepatu yang berbeda kiri dan kanan -sebagai lambang keberagaman.

Salah satu penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika, Hasan Nasbi mengatakan, tujuan aksi ini merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinnekaan Indonesia. Acara ini juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan pemerintahan yang terpilih secara konstitusional serta menyerukan supremasi hukum tanpa campur tangan pihak-pihak tertentu. (ar)

Share :