Bocah Pengidap Thalasemia Tak Pernah Dapat Pengobatan Layak

saprudin dan anaknya yang menderita sakit sejak usia 3 tahun. hingga berusia 6 tahun belum diobati karena ketiadaan biaya.
Share :

ragamlampung.com — Rizki Fitriyani, bocah berusia 6 tahun di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), menderita Thalasemia. Penyakit ini karena kurangnya jumlah hemoglobin (sel darah merah) yang terganggu proses pembentukan rantai sel darah akibat kerusakan gen dalam tubuh.

Anak pasangan suami istri Saparudin dan Nuryani, warga RW 4 RT 2 Dusun Sido Luhur Tiyuh Mekar Jaya, Kecamatan Gunung Agung, sejak menderita sakit tiga tahun lalu hingga berusia enam tahun, tidak pernah mendapat pengobatan layak karena ketiadaan biaya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Poned Suka Jaya, Gunung Agung. Satu-satunya jalan harus dibawa ke rumah sakit di Jakarta atau Bandung. Karena di sanalah yang bisa memberikan penanganannya,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Tubaba, Ahmad Jauhari, Senin (19/12/2016).

Penyakit kelainan darah ini, kata dia, penyakit keturunan dan kedua anak Saparudin yang sudah meninggal juga diakibatkan terserang penyakit ini.

Pihak puskesmas sedang mengawasi perkembangan kesehatan Rizki Fitriyani, dan informasi terakhir yang didapat limpanya sudah mulai membengkak.

Puskesmas setempat sudah menyarankan dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik.

“Puskesmas siap merujuknya ke rumah sakit, tapi pihak keluarga sudah pasrah dan lebih memilih pengobatan alternatif. Artinya, kami sudah mengambil langkah terkait penyakit anak tersebut, bahkan pelayanan puskesmas sudah diberikan sejak anak pertama dan kedua Pak Saparudin,” katanya.

Jauhari mengatakan, sebenarnya pihak keluarga bisa memanfaatkan kartu BPJS untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit. Meskipun kewenangan Diskes Tubaba atau puskesmas hanya bisa memberikan rujukan maksimal hingga RSUD Abdoel Moeloek, Bandarlampung.

Sedangkan untuk rujukan ke Jakarta atau Bandung sudah kewenangan RSUD Abdoel Moeloek. Inilah yang membuat orangtua Rizki pasrah, karena biaya operasional selama di rumah sakit mereka tidak mampu. Sedangkan proses pengobatannya tidak mungkin hanya 1-2 hari.

“Kami sudah berupaya maksimal memberikan pelayanan dan kaami akan terus mengawasi perkembangannya,” kata Jauhari.

Ketua DPRD Tubaba Busroni mengatakan, pihaknya segera mengunjungi kediaman gadis malang itu. “Setelah kami baca dari pemberitaan media massa, segera ke rumah gadis itu, karena kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialaminya,” katanya, Senin (19/12/2016). (ar)

Share :