Pairin Kukuhkan TPAKD Kota Metro

Share :

ragamlampung.com,Metro – Walikota Metro Achmad Pairin melakukan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro, yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Metro, Kamis (30/01/20).

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Indra Krisna, Sekda Kota Metro, para Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD se-Kota Metro, Pimpinan Bank di Kota Metro.

Berdasarkan sambutan Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan selamat kepada tim percepatan akses keuangan TPAKD Kota Metro yang baru saja dilantik.

“Dengan dikukuhkannya TPAKD semoga mampu melahirkan semangat baru, sehingga dapat mengemban amanah dengan baik, serta mampu membawa TPAKD Kota Metro menjadi suatu forum koordinasi antara instansi dan stakeholder. Kordinasi ini terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di Kota Metro, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap Pairin.

Diakhir penyampaian, Achmad Pairin mengingatkan kembali bahwa, kegiatan ini jangan hanya dijadikan sebagai acara seremonial semata. “Kiranya dapat dijadikan sebagai momentum pemantapan dan tekad kita bersama, untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di Kota Metro, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Sedangkan dalam sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, berharap seluruh anggota dapat berkontribusi dan bersinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Metro.

TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait, untuk mendorong peningkatan kontribusi jasa keuangan formal terhadap ekonomi produktif, melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas.

“Akses keuangan yang terbuka, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, upaya percepatan dan perluasan akses keuangan serta meningkatkan potensi pendapatan, pengelolaan risiko dan mengurangi kemiskinan di daerah,” ujarnya.(ea)

Share :