Proyek Jalan Lapen Desa Ganti Mulyo Pekalongan Diduga Dikorupsi

Share :

ragamlampung.com – Pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan yang berjenis lapen disalah satu desa di Kecamatan Pekalongan Lampung Timur, yakni di Desa Ganti Mulyo tepat nya di Dusun lima terindikasi jadi ajang kurupsi oleh tim pelaksana kegiatan pembangunan jalan tersebut.

Pantauan dilapangan, Sabtu (13/11/2021) dan keterangan yang telah disampaikan oleh Miptah selaku kepala pekerja dilapangan terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan lapen tersebut, dengan panjang volume kurang lebih 1.200 meter.

“Terkait pelaksanaan kegiatan yang sedang kami laksanakan ini, iya sesuai atas printah dari bos pemilik perusahaan, untuk masalah pelang proyek atau papan nama nya itu. Dari awal kami bekerja memang tidak ada dan tidak terpasang, dan untuk masalah itu kami tidak tau, karena hanya menjalankan tugas sebagai tukang pekerja biasa,” ujar nya.

Masih lanjut nya, untuk masalah pemasangan batu yang telah kami gelar dibagian dasar bawah yakni menggunakan batu dengan ukuran 3,5 lalu 2,3 dan 1,2 dan batu setriming, dan untuk penyiraman aspal itu kami lakukan dua kali penyiraman saja.

“Tapi untuk dasar bagian bawah setelah batu tiga lima di gelar dan batu dengan ukuran 2,3 kami gelarkan, tidak disiram dengan aspal atau dikoting, kami hanya melakukan penyiraman aspal dibagian atas nya saja,” tutup miptah.

Namun beberapa keterangan yang disampaikan oleh Miptah diduga tidak sesuai dengan pelaksanaan yang terlaksana. Karena batu yang digunakan dan yang telah digelar bagian bawah. Menurut hasil dari sosial kontrol yang dilakukan oleh awak media, bagian dasar diduga hanya menggunakan batu dengan ukuran 2,3 dan 1,2 baru setelah itu disiram dengan aspal kemudian baru ditaburi menggunakan batu striming.

Dan untuk diketahui, bahwa salah satu dari pihak pekerja lain nya yang enggan disebutkan nama nya menerangkan, kalau pembangunan tersebut diduga tidak sesuai dengan aturan. Karna batu yang digunakan dibagian bawah hanya menggunakan batu dengan ukuran 2,3 lalu disiram dengan batu dengan ukuran 1,2 baru digiling dengan wales, kemudian baru disiram dengan aspal untuk dilapisi batu striming.

“Seharus nya bagian bawah nya menggunakan batu 3,5 dulu, baru ditaburi batu 2,3 kemudian digiling dengan wales, setelah digiling baru disiram aspal kemudian baru ditaburi batu 1,2 digiling lagi siram aspal lagi baru ditaburi kembali batu striming, tapi ini tidak ada batu 3,5 yang ditaburi batu 3,5 nya cuma dibagian yang berlubang saja,” ungkap nya.(ardian).

Share :