Pekerjaan Drainase di Sepanjang Jalan Kecamatan Batanghari Nuban Diduga tak Sesuai Spek

Share :

ragamlampung.com – Pekerjaan pembangunan drainase di sepanjang jalan di Desa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur diduga tidak sesuai spesifikasi (spek).

Mirisnya, pengawas dan mandor saat di konfirmasi terkait pembangunan drainase tersebut enggan memberikan informasi yang jelas saat ditanyakan oleh satu warga Desa Sukacari.

“Saat saya konfirmasi kepada kepala tukang terkait RAB dan prosedur yang diberikan dinas PU ke pekerja, sebenarnya di kerjakan di lapangan seperti apa?. Sangat di sayangkan jawaban kepala tukang tidak masuk akal dan menjawab bertele tele. Kita melihat seperti ada yang di tutup tutupi,” kata salah satu warga Sukacari yang namanya enggan disebut kepada media ini, Senin (04/10/2021).

Dia mencontohkan adukan semen dan pasir yang sebenarnya seperti apa.

“Kalau adukan kami 1×4 pak dan saya jawab yakin itu pak adukannya 1×4? sebab saya cocok kan dengan yang di ujung sana sama yang di tengah berbeda beda pak. Bukti di lapangan tidak seperti itu, karna saya tanya dari ujung sana jawab nya 1×8 satu sak semen delapan Arko pasir dan di sini kok beda pak. Kemudian kepala tukang menjawab waduh kalau itu saya tidak tahu pak,” ungkapnya menceritakan hasil perbincangan dengan kepala tukang.

Pantauan ragamlampung. com di lokasi susunan batu pondasi yang di bawah pun tidak dilapisi oleh adukan semen. Yang ada di lapangan hanya di timbun dengan tanah sehingga sulit dijamin bertahan lama pembangunan drainase ini.

Saat mencoba konfirmasi ke Usin, pengawas yang kebetulan ada di sekitaran pekerjaan di lokasi, menyebut tidak mengetahui besaran anggaran pembangunan drainase tersebut.

“Mengenai papan nama/plang nama pekerjaan dan berapa nominal anggaran sebenarnya yang di keluarkan dari pemerintah untuk proyek pembangunan ini saya tidak tau pak. Lebih lanjut nya silahkan tanya kan saja kepada mandor kami pak, karna saya tidak berani untuk menjawab pertanyaan itu pak saya hanya bekerja di sini pak,” ungkapnya.

Di saat mencoba konfirmasi mandor melalui via telpon, jawaban yang sama seperti yang disampaikan kedua pengawas dan kepala tukang. Dia tidak bisa memberi keterangan yang jelas bahkan terkesan buang badan.

“Waduh pak kalau seperti itu saya tidak tau, karna saya di sini hanya bekerja saja. Silahkan bapak konfirmasi langsung dengan pemilik proyek,” elaknya.

Lalu saat ditanyakan apakah mandor dan pengawas tidak berhak mengetahui terkait proyek ini, dia pun bingung untuk memberikan jawaban.

Pantauan di lapangan, warga masyarakat di Desa Sukacari hanya ingin agar pembangunan drainae sesuai dengan spek dan RAB yang telah ditentukan.

Selain itu sangat disayangkan jika pekerjaan tersebut tidak memasang plang nama kegiatan yang sedang dikerjakan.

“Papan pengumuman nya saja sudah tidak ada harusnya di pasang agar jelas anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah berapa dan di gunakan ke mana saja. Pembangunan atau pelaksanaan proyek pembangunan drainasr harus diketahui masyarakat. Pekerjaannya, nominalnya dan berapa lama pengerjaannya sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat sesuai dengan harapan kita semua,” imbau salah satu warga.

“Kami juga meminta agar Pemerintah terutama dinas PU tolong di pantau langsung ke lapangan proyek pembangunan yang sedang berjalan di sepanjang jalan Kecamatan Batanghari Nuban ini pak agar tidak asal asalan cara kerja nya. Jangan sampai negara ini di rugikan oleh oknum-oknum yang hanya memanfaatkan proyek ini. Imbas ruginya di masyarakat bukan pemenang tender Proyek nya,” imbuhnya.

Disampaing itu, lanjutnya, warga Sukacari juga menduga terjadinya mark-up material dan mark-up volume.

“Tidak jelas dalam pengerjaan semen adukannya 1×8, 1sak semen dan 8 arko pasir ada juga 1×7 ada juga 1×4. Begitu hal nya pemasangan batu hanya di tempel batu yang berketebalan sekitar 4cm lalu di tumpuk tanah dari dalam dan di tempel semen dari luar,apakah ini sudah sesuai dengn RAB yang sudah ada,” sebutnya seraya berharap PUPR setempat dapat segera mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan ini. (ardian)

Share :