Jelang Idul Adha, Pedagang Sulit Jual Barang

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi

ragamlampung.com — Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lampung Utara, menghadapi Idul Adha, masih sepi. Tidak ada lonjakan permintaan barang atau keramaian di tempat tersebut. Suasana tersebut sama dengan hari-hari biasa.

Irul (40), seorang pemilik toko pakaian di Pasar Tradisional Bukitkemuning, menduga, sepinya penjualan karena masyarakat masih berada di kebun kopi dan belum panen. Mereka diperkirakan pulang ke kampung dan membawa hasil panen pada hari Sabtu atau Minggu menjelang Idul Adha.

“Hari itu mungkin baru ada permintaan barang banyak, tapi kami perkirakan tidak banyak seperti Idul Fitri,” kata dia, Rabu (7/9/2016).

Saipul (35), karyawan toko pakaian menambahkan, saat ini pembeli masih seperti hari-hari biasa, tapi biasanya mendekati hari raya, ramai didatangi pembeli. “Saya yakin penjualan pakaian akan ramai karena masyarakat panen raya kopi,” kata dia.

Di pedagang penjual sembako juga terpantau sepi. Hal itu diakui Hj. Ema, seorang pemilik toko sembako di pasar tersebut.

Sementara, ratusan pedagang pakaian di Pasar Unit II, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, sulit menjual barang mereka. Penyebabnya, rendahnya harga getah karet yang kini hanya Rp4.200 per kilogram.

Andi (39), pedagang pakaian mengatakan, kini usahanya tidak berjalan sesuai harapan. Sejak harga karet turun, penjualan mengalami penurunan drastis. “Masyarakat di sini mayoritas petani karet. Harga karet jatuh maka usaha bisnis juga tidak lancar,” kata dia.

Sarip (36), pedagang lainnya menambahkan, mayoritas pedagang kain dan pedagang lainnya merasakan hal yang sama. (ar)

Share :