BI Operasikan Kas Keliling Layani Penukaran Uang

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi (setkab ri)

ragamlampung.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung mengintensifkan penukaran uang di daerah itu untuk meningkatkan kualitas uang rupiah.

“Sebagai komitmen Bank Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik terkait dengan penukaran uang rupiah, kini kas keliling BI beroperasi semakin dekat dengan masyarakat Lampung,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung Arief Hartawan, di Bandarlampung, Sabtu (15/10/2016).

Bank Indonesia hadir melayani penukaran uang rupiah, tidak hanya menunggu masyarakat yang datang untuk menukarkan uang lusuh atau uang rusak/cacat saja. Namun, pihaknya melaksanakan secara door to door’ di berbagai lokasi keramaian dan sentra bisnis dan perdagangan.

Kegiatan tersebut telah mulai dilaksanakan seperti di pertokoan sepanjang Jl ZA Pagar Alam Bandarlampung dengan bertemu langsung pemilik toko atau ruko.

Selanjutnya, di Pasar Punggur, Kabupaten Lampung Tengah dan lokasi-lokasi lainnya termasuk di terminal bus/angkutan kota serta stasiun pengisian bahan bakar umum, disertai dengan Sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur).

“Kegiatan yang bersifat menjemput bola tersebut dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung untuk terus meningkatkan kualitas uang rupiah,” katanya.

Arief mengatakan, kegiatan layanan penukaran uang rupiah akan semakin ditingkatkan, mengingat Bank Indonesia merupakan otoritas moneter yang memiliki tugas dan wewenang dalam mengelola peredaran uang rupiah.

Karena itu, bagi warga Lampung tidak perlu khawatir jika ada petugas Bank Indonesia yang menawarkan penukaran uang lusuh atau uang rusak sampai di pintu toko atau rumah.

BI juga terus aktif melakukan sosialisasi keaslian uang rupiah untuk mengedukasi masyarakat agar semakin mengenal uang rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan NKRI.

“Ke depan, diharapkan uang rupiah yang beredar di Provinsi Lampung dalam kondisi baik dan layak edar, ditopang oleh masyarakat yang semakin memahami keaslian uang rupiah dan memperlakukannya dengan baik,” katanya. (ant/ar)

Share :