Pelayanan Terbaik RSUD A Yani Metro Dipertanyakan

Share :

Tarik Pasien Pengguna KIS

ragamlampung.com – RSUD A Yani Kota Metro belum lama ini menyandang gelar predikat pelayanan terbaik ke lima se Indonesia, tapi semua itu perlu dipertanyakan, karena belum lama ini pelayanan pada pasien sangat mengecewakan. Ironisnya RSUD A yani metro, ternyata menarik biaya pada seorang pasien yang tidak mampu yang juga pemegang kartu KIS.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, menurut Nyoto Priadi, warga Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kamis malam (24/8) dibawa keluarganya berobat ke Rumah Sakit tersebut.

Tetapi, pihak Rumah Sakit mengatakan harus dirawat inap dan tidak bisa berobat jalan, anehnya ketika ditanyakan kamar,mereka mengatakan ruangan penuh, karena kesal maka pihak keluarga membawanya kesalah satu Rumah Sakit swasta di Kota Metro.

Nyot menyebut dirinya sangat kecewa, ketika dirinya mau pulang, hanya satu malam tapi ternyata dikenakan biaya, padahal saya pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Setahu saya, masyarakat pemegang KIS berobat gratis, karna di Rumah Sakit swasta tempat kami berobat itu gratis, tapi kenapa Rumah Sakit milik Negara malah bayar,”kata Nyoto dengan kesal.

Nyoto menambahkan infonya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD A.Yani terlebih lagi dengan pembayaran tersebut, bukan mengenai Nominal nya dan juga tidak tersedia kamar untuk rawat inap.

“Sedangkan di RS swasta yang kami tuju tidak dikenakan biaya bahkan pelayanannya lebih baik,” ungkapnya.

Ketika wartawan kami (28/8), meminta konfirmasi pada pihak rumah sakit, direktur RSUD A.Yani drg.Erla Andriyani beralasan, pihaknya telah mengikuti prosedur pelayanan sesuai permenkes No.48 tahun 2014 tentang pedoman JKN-KIS.

“Kartu itu bisa digunakan jika sesuai prosedur,kan pasien itu sesuai pemeriksaan dokter ruangan harus rawat inap tetapi dia memaksa pulang,itu kan tidak sesuai prosedur jadi rumah sakit,” singkatnya. (ma)

Share :