Warga dan Sopir Nikmati Jalan Zaman Kompeni di Mesuji

Share :

ragamlampung.com — Para sopir angkutan barang yang melintasi jalan provinsi di Kabupaten Mesuji, kini harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan berlumpur tebal dan licin. Bahkan, sejumlah sopir harus turun dari truknya untuk membereskan atau melihat dari dekat kondisi jalanan.

Jalan rusak milik provinsi itu mulai dari Desa Simpang Pematang sampai Wiralaga sepanjang 38 kilometer. Perbaikan yang baru dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung hingga kini baru sekitar 2 kilometer.

Hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir ini menyebabkan jalan di Kabupaten Mesuji berwarna merah karena tebalnya lumpur ditambah genangan air. Di beberapa ruas jalan lagi kubangan dalam berukuran kecil hingga besar, yang bisa menyebabkan kejadian fatal.

“Ampun kalau begini, kayak jalan zaman kompeni saja. Kami harus jalan pelan dan lincah pilih jalan, kalau tidak bisa celaka,” kata Jono, sopir truk yang sedang membawa muatan kelapa sawit, di Simpang Pematang, Selasa (29/11/2016).

jalan-rusak-provinsi-di-kabupaten-mesuji

Sejumlah warga lainnya mengemukakan keprihatinan sekaligus kekecewaan dengan kondisi jalan seperti itu. Warga menumpahkannya melalui media sosial Facebook,

Rohman Asther Javannesa menulis di akun facebooknya. “Owalah..gila parah banget jalannya kaya sawah skalian aja d tanemin padi boss, Oke boss. Dripada gk ada perbaikan lebih baik kn dtanamin padi,” tulis Rohman.

Rifan Hanum ikut memberikan pengalamannya melintasi jalan seperti itu. “Kemarin malam pas hujan, saya lewat situ. Arah simpang pematang sampai tanjung raya seperti berada di dunia lain. Berasa seperti di hutan belantara. Kebetulan listriknya mati juga,” kata dia.

Si Radja Goda menimpalinya, “Jalan rusak gak papa, yang penting lebar”. Kemudian Valent Jaya Abadi malah berseloroh, “Enak yg licin, Anak” abg malah klo naik motor bisa ngepot, Iya adik saya seneng bngt tiap sore ngetrex”. (gst)

Share :