Dishub Tak Optimal Awasi Angkutan Tonase Besar

ilustrasi
Share :
ilustrasi
ilustrasi

ragamlampung.com — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mesuji menilai kinerja instansi yang mengawasi jalan untuk kendaraan bertonase besar tidak berjalan optimal. Akibatnya, proyek lapenisasi dan perbaikan jalan di beberapa titik yang baru dikerjakan kini rusak lagi.

Jalan itu belum genap setahun dibangun dan menelan anggaran APBD ratusan juta rupiah. Pekerjaan tersebut tersebar di wilayah Mesuji, tapi kini kondisinya rusak hingga mencapai 60 persen.

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dishubkominfo Mesuji Widada mengatakan, pihaknya sudah memberlakukan penertiban aturan kapasitas muatan kendaraan melebihi tonase. “Pengawasan maksimal delapan ton sudah kita laksanakan di seluruh ruas jalan,” ujarnya, Kamis (10/11/16).

Ia mengatakan, personelnya sudah diturunkan ke lapangan dan menertibkan secara tegas angkutan tonase besar. “Kita sudah bekerja maksimal, seperti di Kecamatan Way Serdang. Tempo hari ada dua unit mobil diamankan akibat muatan melebihi tonase, dan itu langsung kita bawa ke persidangan,” kata dia.

Namun, pemantauan di lapangan masih ditemukan kendaraan diduga bertonase besar bebas melintas di ruas jalan yang bukan peruntukannya. Seperti di Jalan Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang.

Menurut Widodo, warga setempat, memang banyak kendaraan yang diduga bermuatan melebihi tonase yakni 8 ton melintasi jalan itu. “Memang benar. Sering saya lihat kendaraan yang melintas di jalan ini yang saya duga muatannya bisa sembilan sampai sepuluh ton. Muatannya bisa sampai ngetir tiga, Apa itu tidak melebihi tonase,” kata dia. (ar)

Share :